STUDI KELEMBAGAAN SOSIAL HMPS MANAJEMEN DAKWAH
HMPS MD UIN SALATIGA
Minggu, 14 Juni 2024
Kamis, (11/7/2024) Pukul 07.30 s.d. Selesai, HMPS Manajemen Dakwah suskes menggelar kegiatan Studi Kelembagaan Sosial (SKS). Kegiatan ini diadakan dan diikuti oleh seluruh anggota HMPS MD. Studi Kelembagaan Sosial atau SKS merupakan salah satu program kerja (proker) yang inti kegiatannya berupa kunjungan kepada lembaga-lembaga Islam tertentu; Masjid, Pondok Pesantren, dan Panti Asuhan. Tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk memperluas insight mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah yakni berkaitan dengan Managerial Skill pada suatu lembaga. Tema yang diusung ialah “Meningkatkan Pengetahuan dan Membangung Semangat Kebaikan di Kelembagaan Sosial”. Masjid Baitul Hamid yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Banyuputih Barat, Kec. Sidorejo, Salatiga dan Panti Asuhan Putri Aisyiyah yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol No. 45, Kec. Sidorejo, Salatiga menjadi sasaran tempat dilaksanakannya kegiatan ini. Kegiatan berlangsung diiringi dengan rasa semangat serta antusiasme dari seluruh pihak yang terlibat.
Metode yang digunakan dalam studi kelembagaan ini ialah wawancara serta diskusi bersama pengurus panti dan ta’mir masjid. Dengan estimasi waktu sekitar 45 menit pada setiap lembaga, interaksi komunikatif serta informatif cukup terjalin dengan baik. Selain adanya wawancara dan diskusi, HMPS MD turut mengadakan games seru bersama anak-anak panti sebagai ajang hiburan dan menjalin keakraban. Pada akhir session, tak lupa HMPS MD menyalurkan sedikit bantuan berupa sembako dan alat kebersihan kepada kedua lembaga tersebut.
1. Panti Asuhan Putri Aisyiyah
Panti Asuhan yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol No. 45, Kec. Sidorejo, Salatiga ini merupakan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang berada di bawah naungan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Salatiga. Panti ini juga bermitra dengan dinas sosial dan menteri sosial. Berdirinya panti asuhan ini berfungsi sebagai badan perlindungan terhadap hak anak-anak sebagai wakil orang tua dalam memenuhi kebutuhan mental dan sosial anak-anak asuh. Tepat 22 tahun yg lalu, Ibu Pursini (narasumber) dan suami berjuang dari awal unutuk mengawali pengembangan panti asuhan ini. Awal mula mereka datang, bangunan panti ini telah ada, akan tetapi baru lantai satu saja. Kemudian beliau beserta suami mengusahakan dana hibah pemerintah untuk mengembangkan panti. Beliau mengaku tidak mendirikan panti asuhan ini, melainkan melanjutkan perjuangan dan niat baik Muhammadiyah Aisyiyah terhadap kesejahteraan sosial anak.
Berkaitan dengan tata kelola suatu lembaga, HMPS MD mewawancarai Ibu Pursini beberapa hal mengenai manajemen pengelolaan kebersihan, manajemen pengelolaan keuangan, strukturisasi organisasi kepengurusan, manajemen kegiatan, dll. Berkaitan dengan manajemen pengelolaan keuangan, yang menjadi pertanyaan besar bagi kami ialah mengenai pendonasian. Dana donasi diatur langsung oleh Ibu Pursini. Beliau mengatakan “uang donasi bisa kami terima dari mana saja, tidak ada kriteria dan persyaratan tertentu, asalkan bermanfaat bagi anak-anak”. Pengalokasian dana panti selain untuk makan, juga tersalurkan untuk biaya pendidikan yang dikhususkan untuk anak-anak jenjang SD-SMP-SMA. Sedangkan untuk jenjang kuliah, biaya pendidikan diusahakan sendiri dengan mengusahakan UKT golongan rendah. Untuk memaksimalkan pengelolaan keuangan, pengurus panti membuat catatan buku kas, donatur, pemasukan, dan pengeluaran. Mengenai manajemen kebersihan dan makan sehari-hari anak panti, pengurus menetapkan jadwal piket secara rolling (bergantian) agar anak-anak tidak jenuh. Selain piket bersih, anak-anak juga harus melaksanakan piket masak. Dalam sehari, anak-anak mendapat jatah makan 3 kali yang menunya tentu bervariasi.
Anak-anak yang ada di panti ini mayoritas bersekolah di SD-SMP-SMA Muhammadiyah. Total keseluruhan anak asuh ialah 33 anak (19 dalam panti & 14 luar panti). Dalam panti asuhan ini tidak ada program pegadopsian, karena usia anak asuh yang sudah cukup besar. Aturan adopsi pun tidak mudah. Jika ada yang ingin mengadopsi, Ibu Pursini mengarahkan untuk pergi ke panti pemerintah saja. Terakhir, berkaitan dengan agenda harian di panti ini, Ibu Pursini mengatakan “fleksibel” mengikuti anak-anak. Kegiatan terdiri atas: mengaji, hafalan, dan pelatihan kultum agar anak terbiasa literasi dan mengingat. Malam senin: membaca asmaul husna, malem selasa: mengaji, malam jumat: yasinan, dll.
2. Masjid Baitul Hamid
Masjid yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Banyuputih Barat, Kec. Sidorejo, Salatiga ini didirikan pada tahun 1998 oleh prakarsa H. Abdul Halim atau biasa dikenal dengan mbah H. Jamal (alm.).
Atas terlaksananya kegiatan SKS ini, diharapkan mampu meningkatkan rasa persaudaraan, rasa kepedulian, serta dapat memberikan manfaat antarsesama. Diucapkan terima kasih atas seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan SKS ini, semoga untuk kedepannya kegiatan SKS ini dapat berkembang menjadi lebih baik lagi.
Penulis: Divisi Pengembangan Program Studi
-TERIMA KASIH-

Komentar
Posting Komentar