Masjid dan TPQ Babus Salam merupakan masjid yang di kelola oleh Nadzir yaitu bapak Haji Amiruddin. Struktur organisasi yang digunakan oleh Masjid dan TPQ As-Salam berupa struktur regulasi atau bisa dikatakan di kelola bersama untuk masyarakat. Untuk takmir sendiri di kelola keluarga bapak Ulil Aidi secara turun temurun. Regulasi juga di terapkan untuk imam yang memimpin shalat berjamaah.
Program kegiatan yang tersedia di masjid tersebut diantaranya peringatan tahun baru hijiriah dan santunan anak yatim dengan mengundang masyarakat dari luar daerah tersebut. Pada bulan muharom juga terdapat kegiatan Khataman al quran, masjid tersebut menerapkan membaca al qur'an metode qiroati. Rabu wekasan juga salah satu kegiatan yang ada di masjid tersebut. Pada bulan-bulan islam sendiri memiliki kegiatan tersendiri seperti bulan muharam mengadakan kegaitan khataman al quran. Rapat koordinasi hanya dilakukan ketika akan ada kegiatan besar seperti santunan anak yatim dan khataman al quran.
Nadzir dari masjid memiliki rencana ingin membuat sertifikasi bilal, muadzin dan khatib untuk memperbarui generasi muda dengan mengadakan kegiatan pelatihan untuk sertifikasi.
Dalam suatu kepengurusan pasti terdapat kendala atau hambatan. Kendala yang dialami takmir dalam mengelola masjid dan TPQ tersebut adalah masa peralihan takmir yang secara turun temurun. Tetapi seiring berjalannya waktu kendala tersebut dapat teratasi dan kegiatan-kegiatan yang sempat terhenti mulai berjalan aktif kembali. Remaja masjid disekitar masjid pun juga ambil dalam pengelolaan kegiatan yang ada di masjid dan TPQ. Pun juga masyarakat turut berpartisipasi terhadap Kegiatan yang di selenggarakan masjid tersebut.
Takmir masjid juga memfasilitasi masyarakat dengan mengadakan kegiatan TPQ bagi anak-anak yang ingin mengaji. Peserta TPQ di masjid tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar. Banyak adik-adik yang mengikuti TPQ yang berasal luar lingkungan masjid. Hal ini di dasari karena praktik pembelajaran TPQ yang bagus dimata masyarakat sekitar.
Harapan yang disampaikan oleh ketua takmir untuk kedepannya adalah agar model pembelajaran di TPQ lebih baik agar anak-anak bisa mengaji dengan baik sesuai ajaran.

Komentar
Posting Komentar