Kota Salatiga, Jawa Tengah
(HMPS Manajemen Dakwah)
Salatiga,–Manajemen masjid merupakan usaha untuk mencapai tujuan atau kemakmuran berupa tindakan dan kegiatan muslim dalam menempatkan masjid sebagai tempat ibadah. Perencanaan kegiatan masjid yang matang harus dilakukan dengan baik oleh pengurus masjid. Untuk itu perlu pengorganisasian yang solid untuk pengurusnya.
Dalam manajemen masjid pengawasan merupakan hal yang penting. Ketua takmir masjid Al Baqi, Bapak Samsul mengatakan bahwa manajemen pengawasan keuangan dipegang oleh bendahara yang dilaporkan di dalam forum pengajian, pengorganisasian juga dilakukan oleh warga sendiri karena disini merupakan keluarga.
“Untuk pengawasan dipegang bendahara karena setiap minggu penggunaan atau pengeluaraan apapun dilaporkan, jadi jika masyarakat ada kebutuhan apapun setiap minggu bisa lapor dalam satu forum masjid. Manajemen ya kebersamaan saja karena kebetulan disini satu kampung itu keluarga, kakak beradik.” Ujar pak Samsul
Masjid Al Baqi juga mempunyai program kegiatan yang dilakukan harian, mingguan, dan tahunan. Untuk harian mereka biasa mengadakan pengajian. Untuk program mingguan diadakan pada malam jum’at, dan selasa siang khusus untuk Ibu-Ibu. Dan program tahunan yang diadakan oleh masjid Al Baqi yaitu tadarus, tarawih, dan maulid.
Bapak Samsul mengungkapkan hambatan yang dilalui dalam melaksanakan program dan pengelolaan masjid. “terkadang berbenturan dengan warga, sebagai contoh dalam pelaksanaan sholat 5 waktu, imam masjid yang hanya ada satu, terkadang disini juga adzannya sedikit terlambat karena orang yang adzan harus bekerja, selain itu, saat kegiatan rutin malam jum'atan seperti yasin bersama itu imam masjid berhalangan hadir. Itu hambatannya banyak karena kadang pak ustadnya berhalangan, warga disini banyak yang punya kesibukan masing-masing, beda dengan masjid-masjid IAIN yang sudah ada petugasnya sendiri dan menetap disitu.”
Untuk mengatasi hambatan tersebut pak Samsul mengatasinya dengan mengkondisionalkan warga. “Pada akhirnya ya yang ada saja yang harus mewakili secara kondisional, jadi disini tidak pernah ada masalah karena disini keluarga.” Ungkap pak Samsul
Remaja di lingkungan masjid Al-Baqi tergolomg aktif dalam pengelolaan dan kegiatan yang diadakan oleh masjid, seperti yang dikatakan oleh pak Samsul “Remaja-remaja masjid juga sering aktif misalnya dalam hal kebersihan, kegiatan pengajian, pengajian yang mengkondisikan juga remaja tapi tetap minta izin takmir.”
Pengelolaan masjid pada saat pandemi juga tidak mudah oleh pegurus masjid Al-Baqi karena ada awalnya banyak warga yang tidak percaya covid. “awal-awal memang satgas menyarankan untuk tidak berjamaah bagi yang sakit, di sini juga ada tanda untuk jaga jarak. Kadang ada saja warga di kampung ini yang tidak percaya covid, kalau saya sendiri percaya karena saya pernah terkena dan saya menyarankan untuk warga disini agar saling menjaga, setelah itu memang sangat tertib, karena saya menyarankan yang sakit tidak usah sholat di masjid.” Pungkas pak Samsul.
Pada bulan ramadhan seperti saat ini, pengurus masjid Al-Baqi banyak mengadakan kegiatan tadarus, seperti yang dikatakan oleh ketua takmir masjid, bapak Samsul “Pagi setelah subuh ada tadarusan 1 juz yang diikuti oleh bapak-bapak dan ibu-ibu, tetapi kebanyakan ibu-ibu, kecuali hari jumat tidak ada kegiatan tadarusan karena kami mengadakan tahlilan, setelah dzuhur juga ada tadarus 2 juz, setelah ashar di isi oleh kegiatan remaja, lalu setelah sholat tarawih ada tadarusan bapak-bapak. Untuk kegiatan TPA sekarang hanya ada pada saat bulan ramadhan saja, dulu TPA aktif kerna ada mahasiswa yang membantu mengajar, tetapi karena yang membantu mengajar sudah lulus jadi sekarang hanya aktif di bulan ramadhan saja.”
Ketua takmir mengungkapkan harapan kedepan agar masjid tetap maju, “harapan saya dengan adanya mahasiswa yang kost disini bisa berkontribusi dengan kegiatan yang ada, yang kedua semoga setelah SK nya keluar segera dibentuk kepengurusan masjid yang sah.”


Komentar
Posting Komentar